Manfaat E-Learning untuk Efisiensi dan Efektivitas Pelatihan

0 Komentar

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi, yang disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen rumah sakit; mulai dari pemeriksaan dan tindakan terhadap pasien, rekam medis, apotek, gudang farmasi, penagihan, proses akuntansi, dan akhirnya pemantauan kinerja oleh manajemen rumah sakit. Salah satu tahapan dalam proses implementasi SIMRS adalah pelatihan penggunaan sistem.

Pelatihan merupakan salah satu tahap awal dalam rangkaian proses implementasi SIMRS dan sangat penting bagi kelancaran proyek secara keseluruhan. Seiring perkembangan teknologi, pelatihan tidak lagi hanya dilakukan secara konvensional dengan bertatap muka dalam kelas atau ruangan, tetapi kini dapat juga dilakukan secara mandiri melalui electronic learning (e-learning). Secara definisi, e-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Metode ini memungkinkan peserta pelatihan untuk mempelajari materi-materi pelatihan yang tersedia tanpa harus bertatap muka secara langsung dan datang ke kelas.

Berikut beberapa manfaat yang didapatkan dengan menggunakan e-learning sebagai sarana pembelajaran atau pelatihan:

1. Fleksibilitas waktu dan tempat

Peserta dapat melakukan pelatihan secara mandiri di mana pun dan kapan pun karena e-learning dapat diakses melalui komputer, laptop, atau telepon genggam dengan koneksi internet. Dengan e-learning, peserta bebas menentukan di mana pelatihan atau proses belajar dilakukan, kapan akan mulai, kapan akan menyelesaikan, dan bagian mana dalam suatu modul yang ingin dipelajari terlebih dulu. Dengan kata lain, peserta pelatihan memegang kendali penuh atas proses pelatihan dan pembelajaran mereka. Hal ini sangat penting, mengingat peserta pelatihan biasanya juga memiliki tugas-tugas operasional di RS.

2. Cakupan peserta lebih luas

Metode pelatihan konvensional dalam kelas memiliki keterbatasan baik dari ketersediaan fasilitas maupun kapasitas ruangan. Akibatnya, jumlah peserta yang dapat mengikuti sesi pelatihan pun terbatas. Dengan e-learning, keterbatasan ruangan dan fasiltas tidak lagi menjadi masalah, sehingga cakupan peserta pelatihan menjadi lebih luas.

3. Kemudahan akses materi pelatihan

Sama halnya dengan metode pelatihan dan pembelajaran konvensional, metode pelatihan dan pembelajaran e-learning juga memiliki kurikulum ataupun panduan sederhana yang tersusun dari materi pelatihan dan pembelajaran yang terbagi dalam beberapa modul. Dengan e-learning, materi-materi tersebut dapat diakses kapan saja, di mana saja, menggunakan perangkat apapun yang mendukung, sehingga para peserta pelatihan dan pembelajaran memiliki keleluasaan dan fleksibilitas untuk berlatih dan belajar. Sebagian materi juga dapat disimpan secara offline sehingga dapat dipelajari tanpa harus menggunakan koneksi internet.

4. Fitur Pesan yang Interaktif

Pada e-learning tersedia fitur pesan yang dapat digunakan oleh peserta untuk berkomunikasi dengan pengajar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan materi pelatihan dan pembelajaran. Fitur ini memfasilitasi komunikasi dua arah yang biasanya terjadi dalam metode pelatihan konvensional di mana peserta dapat bertanya atau berdiskusi secara langsung dengan pembawa materi pelatihan.

5. Evaluasi peserta

Pada e-learning dapat disediakan fitur kuis yang dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah peserta sudah mendalami materi dengan baik atau belum. Pada kuis juga terdapat jawaban yang benar, sehingga peserta dapat memahami penggunaan sistem dengan lebih baik. Evaluasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa peserta memang sudah siap menggunakan sistem.

Dengan manfaat seperti di atas, e-learning dapat meningkatkan efektivitas serta efisiensi waktu dan biaya bagi peserta pelatihan. Peserta pelatihan tidak perlu menghabiskan waktu dan biaya untuk pergi ke suatu lokasi hanya demi menghadiri pelatihan. Tidak kalah penting, peserta memiliki fleksibilitas untuk berlatih dan belajar kapan pun, di mana pun, dan menggunakan perangkat apapun. Karena itu, e-learning dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan penyedia layanan SIMRS.

Ada baiknya RS bekerja sama dengan vendor yang mempunyai fasilitas pembelajaran elektronik yang komprehensif dan mudah diakses, yang juga menyediakan jalur komunikasi antara peserta dan pemberi materi pelatihan. Vendor juga harus dapat berkoordinasi dengan baik dan berkomitmen untuk memberikan layanan jangka panjang bagi RS.

Bagikan

Tinggalkan komentar



Dapatkan informasi terbaru kami ke email Anda

(Dikirim mingguan, hanya tersedia dalam bahasa Inggris)

dari Indonesia:

dari Australia:

dari Selandia Baru:

dari Singapura:

dari negara lainnya:

© Hak Cipta 1991 - 2020 Mitrais