Blighia Febty Kurnia, Warga Dunia

0 Komentar

Sebagian orang menjalani hidupnya di kota yang sama dengan tempat kelahirannya. Sebagian lainnya cukup beruntung dapat berkeliling dunia ke berbagai lokasi yang menarik. Bogie, Konsultan Medis Mitrais salah satunya.

Terlahir dengan nama Blighia Febty Kurnia, kakek Bogie menyadari bahwa nama tersebut sulit untuk diucapkan. Sebagai gantinya, sang kakek mulai memanggilnya dengan nama Bogie, sebuah singkatan dari hari lahirnya dalam kalender Jawa (Rebo dan Legi). Nama panggilan ini terus melekat hingga sekarang.

Ayah Bogie bekerja di Kementerian Kehutanan yang mengharuskannya berpindah-pindah tempat tinggal. Hal ini membuat Bogie bahkan tidak yakin akan tempat kelahirannya! Namun satu hal yang dia tahu pasti adalah bahwa orangtuanya selalu mengutamakan pendidikan, sehingga mereka memutuskan agar Bogie tinggal bersama kakek neneknya di Jombang, Jawa Timur, dan di tempat inilah memori awalnya terbentuk. Tetapi, Bogie adalah seorang pelancong dunia dan iapun terus berpindah untuk melanjutkan pendidikannya.

Merantau jauh dari Jawa Timur, Bogie belajar dan lulus dengan gelar Master dari jurusan Teknik Ilmu Komputasi (Computational Science in Engineering) dari universitas bergengsi, Technische Universität Braunschwei di Jerman. Dikenal sebagai TU Braunschweig, universitas ini merupakan universitas teknik (Technische Universität) tertua di Jerman yang didirikan pada tahun 1745 sebagai Collegium Carolinum dan merupakan member dari TU9, sebuah organisasi berbadan hukum bagian dari institut teknologi Jerman yang terkenal dan terbesar. Selama kuliah, Bogie juga bekerja di Volkswagen pada bagian R&D, bertugas mengembangkan algoritma paralel untuk penghitungan medan magnet. Hal ini mengantarkannya untuk menerbitkan tulisannya di jurnal IEEE yang terkenal. Mengagumkan!

Akan tetapi, Bogie menyadari perbedaan antara dirinya dan rekan sekerjanya. Jika rata-rata orang yang bekerja di bidang ini cenderung pendiam dan introvert, Bogie suka berdiskusi mengenai persoalan bisnis dan memberikan saran seputar IT. Terlebih lagi, pengalamannya di Eropa membuktikan kemampuannya dalam hal konsultasi sangatlah penting.

Setelah orang tuanya pensiun dan menetap di Bali, Bogie merasa di Mitrais, ia dapat menghabiskan waktu bersama keluarganya – istri Bogie adalah seorang dokter gigi dan mereka memiliki 2 orang anak berusia 13 dan 8 tahun – dan juga sekaligus memanfaatkan kemampuan dan pengalamannya yang luas di bidang IT untuk membantu meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit dengan cara membantu klien memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya. Hal ini menjadi tujuan utamanya. Namun dia tetap dapat melancong, bahkan mengunjungi Afrika untuk keperluan pekerjaannya di Mitrais. Ungkap Bogie, “Inilah mengapa kesempatan menjadi konsultan bisnis di Mitrais sangat sesuai dengan passion saya. Mitrais merupakan perusahaan internasional yang memberikan kesempatan kepada saya untuk bekerja dengan klien internasional, sekaligus mendapatkan pengalaman internasional.”

Salah satu hobi Bogie lainnya adalah memasak dan menghabiskan waktu bersama keluarganya di Bali menikmati masakannya. Berada di pulau yang indah ini membuatnya dapat dengan mudah menemukan tempat untuk bersantai dan menikmati pemandangan. Ia mengatakan, “Terkadang saya merasa bahwa setiap hari terasa seperti liburan di Bali!”.

Tetapi, apa rahasianya untuk terus berhasil dalam pekerjaannya setiap hari? Ungkapan favoritnya adalah “Lakukan segala hal sebaik mungkin dan biarkan Tuhan menyempurnakannya”. Setiap kali ia menghadapi masalah yang tidak pernah ia hadapi sebelumnya, atau merasa stres saat bekerja, Bogie kembali mengingat ungkapan tersebut dan merasakan bahwa akan selalu ada pertolongan.

Mitrais sangat beruntung memiliki sosok dengan latar belakang internasional seperti Bogie!

Bagikan

Tinggalkan komentar



Dapatkan informasi terbaru kami ke email Anda

(Dikirim mingguan, hanya tersedia dalam bahasa Inggris)

dari Indonesia:

dari Australia:

dari Selandia Baru:

dari Singapura:

dari negara lainnya:

© Hak Cipta 1991 - 2020 Mitrais