dr. Ishak Suryawan – Melihat Lebih Luas

Staff Kami0 Komentar

Ketika masih anak-anak, adakah cita-cita yang ingin Anda wujudkan saat dewasa? Sebagian besar dari kita tentu punya. Tapi menariknya, cita-cita dan impian kita berubah seiring kita tumbuh dewasa. Menghabiskan masa kecilnya di Jogja dan Jawa Tengah, Konsultan Medis Mitrais, Ishak Yunanto Suryawan, bercita-cita untuk berkarir sebagai dokter.

Saat di sekolah, Ishak menemukan ketertarikan lain dalam menulis dan kemudian bergabung dengan Klub Jurnalistik di sekolah dan kuliah. Dengan kerja keras, dia berhasil masuk dan lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada yang ternama dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai mimpinya menjadi dokter. Tetapi dia tidak pernah melupakan minatnya untuk menulis.

Perlahan Ishak menyadari bahwa tujuan hidupnya berubah. Semua dokter, tentu memiliki keinginan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pasien, tak terkecuali dirinya. Akan tetapi, dia melihat bahwa saat ini ada cara lain untuk melakukannya. Banyak rekan sejawatnya mencapai hal tersebut dengan merawat pasien secara langsung, tetapi Ishak percaya ada cara lain untuk membantu pasien dalam skala yang lebih besar. Dia berpikir akankah kemampuannya lebih baik digunakan dengan cara bekerja bersama fasilitas kesehatan untuk menemukan masalah dan memberikan solusinya, juga memperbaiki layanan kesehatan di skala lebih luas. Dengan membantu fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit mencapai potensi mereka, mungkin dia dapat membantu mereka meningkatkan kualitas layanan yang pada akhirnya juga akan meningkatkan kesehatan masyarakat pada umumnya.

Pada tahun terakhirnya di Fakultas Kedokteran, Ishak menerima pekerjaan dari FK UGM sebagai penerjemah Bahasa Inggris dan asisten peneliti, dua pekerjaan yang banyak melibatkan penulisan. Setelah lulus dan menjadi dokter, dia langsung menerima tawaran sebagai peneliti penuh waktu untuk sistem layanan kesehatan primer dan manajemen rumah sakit. Selain berpraktik paruh waktu sebagai dokter di klinik, dia juga ditunjuk sebagai dosen junior untuk Biostatistik dan Kesehatan Masyarakat, hingga akhirnya bergabung dengan biro konsultansi manajemen rumah sakit di Bandung. Pekerjaan ini cukup menyita waktu dan menuntutnya untuk banyak bepergian, sehingga Ishak harus berhenti praktik sebagai dokter.

Selanjutnya, takdir membawa Ishak ke Mitrais dan dengan cepat dia dapat bersinergi dengan tim. Segera, dia ditawari posisi sebagai Konsultan Medis dan mulai bekerja bersama tim KMS Mitrais. Ambisi Ishak sebelumnya bukanlah pada perusahaan Spesialis IT seperti Mitrais, tetapi dia melihat potensi untuk terus berkontribusi di bidang layanan kesehatan.

Ungkap Ishak, “IT adalah salah satu aspek manajemen rumah sakit yang semakin krusial di masa moderen. Rumah sakit mulai mendigitalisasi data dan operasional mereka, juga berinvestasi pada alat penunjang canggih yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Di sisi lain, pasien juga lebih melek teknologi dan ingin lebih terlibat dalam pengobatan dengan mendaftar secara online, atau melakukan pencarian di web mengenai tanda-tanda dan gejala penyakit mereka. Singkatnya, teknologi semakin penting dalam industri rumah sakit. Memiliki Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang ideal akan membantu rumah sakit mengoptimalkan potensi dan memberikan layanan kesehatan yang lebih baik untuk semua orang.”

Hal inilah yang membuat Ishak bergabung dengan Mitrais. Menjadi bagian dari tim KMS membuatnya dapat menggunakan kualifikasinya sebagai dokter untuk memahami dengan lebih baik masalah dan tantangan yang dihadapi tenaga medis setiap harinya dalam memberikan perawatan terbaik. Dia adalah “orang dalam” yang mampu menjadi titik temu antara dunia kedokteran dan IT serta memiliki kepercayaan dan keyakinan dari kedua sisi. Perannya di Mitrais juga memberinya kesempatan untuk terus belajar keahlian dan teknik baru dari anggota IT di timnya, yang tentu saja bermanfaat baginya.

Namun di sisi lain, hidup tidak hanya untuk bekerja. Lalu bagaimana Ishak beristirahat dari lingkungan yang kompleks dan teknis ini? Dia rutin berolahraga yoga dan pilates, juga menikmati waktu luangnya dengan mengajak anjingnya berjalan-jalan. Dia suka menghabiskan waktu di kedai kopi, tidak hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga untuk bersantai dan mengisi ulang tenaga dengan menikmati suasana yang tenang.

Dia juga menikmati berkelana dan pekerjaannya di Mitrais memberinya banyak kesempatan untuk bepergian. Dia berkata, “Untungnya, menjadi konsultan memberi saya kesempatan berkeliling negeri membawa KMS ke rumah sakit di penjuru Indonesia, dari Sumatra hingga Papua. Saya selalu mencoba meluangkan waktu untuk mengunjungi tempat wisata atau pesiar singkat dari lokasi klien, jika jadwal memungkinkan.”

Berada di antara dua dunia yang kompleks antara kedokteran dan IT, pasti mudah untuk merasa terbebani dengan semua hal. Ishak berusaha tetap membumi dengan mengingat kutipan favoritnya dari chef dan penjelajah terkenal, Anthony Bourdain, “Hikmat adalah menyadari betapa kecil dan bodohnya saya, dan masih jauh jalan yang harus saya tempuh.”, yang terdengar seperti mantra hebat untuk kita terapkan.

Bagikan

Tinggalkan komentar



Dapatkan informasi terbaru kami ke email Anda

(Dikirim mingguan, hanya tersedia dalam bahasa Inggris)

dari Indonesia:

dari Australia:

dari Selandia Baru:

dari Singapura:

dari negara lainnya:

© Hak Cipta 1991 - 2020 Mitrais